Oleh : Ahmad Muhajir ( Ketua PCPM bulakamba )
Hari ini kita hidup di zaman yang hampir segalanya dihitung dengan materi. Tidak jarang sebagian orang tua ketika hendak menikahkan anak perempuannya, yang menjadi pertimbangan utama adalah materi calon menantunya.
Rumah tangga dianggap sejahtera ketika hanya berhasil mengumpulkan pundi-pundi materi yang banyak. Sehingga seakan-akan tolak ukur kesuksesan, dan tingginya derajat seseorang di mata manusia, adalah siapa yang paling banyak memiliki materi (harta). Benarkah demikian?
Marilah kita menyimak firman Allah ﷻ
يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
_“Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”._
(Q.S. Al-Mujadalah:58:11)
Dari ayat di atas, Allah menyatakan standar mulia dan tingginya derajat manusia di sisi Allah adalah iman dan ilmu, bukan materi (harta).
Maka sekalipun dompet seseorang itu tipis (hartanya sedikit), namun iman dan ilmunya tebal, Allah akan angkat derajat dia di sisiNya.
Adapun orang-orang yang berdompet tebal, tetapi iman dan ilmunya tipis, sejatinya mereka adalah orang-orang yang biasa saja di sisi Allah ﷻ . Atau tidak istimewa, bahkan bisa saja mereka tidak berarti disisi-Nya.
Rosulullah ﷺ bersabda:
لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
_“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minumbarang seteguk sekalipun kepada orang kafir.”_
(H.R. Thirmidzi,dan dia berkata hadits hasan shohih)
Oleh karena itu, carilah kemulian di sisi Allah ﷻ dengan mempertebal keimanan dan ilmu. Berusahalah tidak hanya mempertebal dompet, namun pertebal jugalah keimanan dan keilmuan.
Kalaupun hari ini dompet kita tipis, tetapi jangan biarkan iman dan ilmu, setipis dompet kita.
Wallahu a'lam bish-showab
Komentar