Senjata makan tuan, Barangkali ungkapan itulah yang pantas bagi orang yang bakhil atas karunia harta yang telah Allah ﷻ limpahkan kepadanya.
Karena harta yang Allah ﷻ karuniakan kepada hamba-Nya ibarat senjata. Senjata yang dapat melindungi dirinya dari siksa api neraka. Dan senjata yang dapat ia pakai untuk meraih rahmat Allah ﷻ berupa surga-Nya.
Namun tidak sedikit dari kalangan manusia yang justru menggunakan karunia harta tersebut untuk menentang syari’at Allah ﷻ . Dan bermaksiat kepada-Nya, serta sangat bakhil dalam membelanjakannya untuk kepentingan agama Allah ﷻ .
Maka jika kondisinya demikian, harta yang sejatinya dipakai sebagai senjata dalam melindungi dirinya dari panasnya api neraka, namun justru harta tersebut akan mendorong pemiliknya kedalam siksaan.
Dan mereka yang bakhil dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah ﷻ meyangka bahwa kebakhilannya akan mendatangkan kebaikan baginya.
Padahal justru kebakhilannya tersebut akan menyeretnya kedalam jurang keburukan dan siksaan yang teramat pedih.
Allah ﷻ berfirman.
وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Q.S. Al-Imron : 180)
Oleh karenanya perlu kita sadari dan renungi bersama, selama ini kemanakah aliran harta yang Allah amanahkann kepada kita?
Apakah sudah kita maanfaatkan karunia tersebut sebagai perisai dari panasnya api neraka? atau jusrtu menarik kita kedalamnya. Na’udzubillah min dzalik.
Berapa persenkah harta yang kita pakai untuk memuaskan hobi? Dan berapa persen yang diinfakan untuk agama Allah ﷻ ?
Jangan sampai ketika untuk memuaskan hobi, kita gunakan harta yang terbaik. Sementara untuk kepntingan agama Allah ﷻ kita berikan yang sisa dari harta kita.
Dan melupakan saudara-saudara yang membutuhkan bantuan. Serta lalai dari hak-hak fakir miskin dan anak-anak yatim.
Semoga Allah ﷻ menjaga kita dari sifat bakhil, dan menganugragkan kepada kita sifat dermawan. Aamiin.
Karena sungguh beruntung orang yang menjaga dirinya dari sifat bakhil/kikir.sebagaimana yang Allah ﷻ firmankan.
وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.”
(Q.S.Al-Hasyr : 9)
Wallahu a’lama Bish-Showab.
Al-Fakir Ahmad Muhajir
Komentar